"Ada amanah hanya pantas untuk dirimu. Yang jika dihimpunkan atas bahu manusia lain, bakal hancur menjadi serpih kecil di udara. Tak tertahankan untuk menanggung, meski di matamu kekuatan mereka kelihatan sekokoh pasakan gunung, berbeda jauh bbnding dirimu." TC.
Maka terpesan pada diri, jgn dilihat si polan itu "kuatnya dia, tak macam aku." Tahulah kita pun sama kuat. Ok mungkin tak. Kita mmg diciptakan lemah, tapi kita dikuatkan. Dan sumber kekuatan itu, akhirnya sama.
---
Bila berdepan dengan pilihan. Dan keputusan dibuat.
Dan tak tahu apa benar tindakan yang diambil? Rasa dihantui.
Ada beberapa hal yang dahulunya kuat dibentak, beria-ia saya menolak. Tapi seiring masa, perlahan-lahan mula cuba untuk faham dan terima satu dua sisi, melalui sudut pandang yang berbeza drpd kebiasaan.
Justifikasi yang diberi pada diri, dahulunya sekadar teori, sekarang soalan dibentang depan mata menuntut amali, maka ada lainnya.
Yang kita ini hidup bersama-sama manusia, sebagai manusia,
bukan malaikat. bukan juga syaitan.
Tapi bimbang, kalau semuanya lebih kepada semata-mata mahu mengiakan emosi, memberatkan neraca empati.
---
If you can't blow your own, don't go and burst others.
---
Kita sendiri tahu diri kita. Kan. We can be as humble as the lowly Earth and deny the praises totally but a friend once told me, we can always take the good words as a countless shower of du'aa. walaupun kita sedar tak layak.
Bottom line is how we perceive things.
Strive ahead, and shine our way."
---
"Kuatnya telehati."
Kuat.
"Soal hati ni hang jangan main-main."
-
Hati-hati, dengan hati. Niat kita dalam hati yang cuma Tuhan je tahu itu, terlalu seni sampai kita sendiri selalu terlepas pandang.
0 org bernyanyi riang.:
Post a Comment